Mau Hidup Ngirit, Kok Malah Jatuhnya Pelit? Inilah Beda Ekonomis Dan Pelit

- Mei 02, 2019
Pelit dan ngirit itu berbeda. Memang, perbedaannya yang tipis kadang bikin kita bingung. Tapi jikalau niatnya ngirit malah jatuhnya pelit, sanggup berbahaya. Secara singkat, hidup ngirit alias hemat itu berarti memperhitungkan pengeluaran dengan secermat mungkin. Sedangkan pelit artinya nggak mikir panjang, yang penting nggak keluar duit banyak. Di situlah letak perbedaannya yang mendasar. Orang yang hemat bakal berhati-hati dalam hal keuangan. Di satu sisi, ia harus memperkecil pengeluaran. Tapi, di sisi lain, keputusannya itu harus tidak mengganggu hal lainnya. Kalau orang yang pelit, prinsip kehati-hatian bakal ditinggalkan.

Yang ada hanyalah tekad untuk menekan pengeluaran semaksimal mungkin. Meskipun itu berarti kehidupannya sebagai langsung bakal terganggu.

Dalam pengantar di atas diterangkan soal gangguan akhir sikap ngirit/pelit. Sebenarnya apa sih bentuk gangguan itu?

Biar lebih jelas, mari kita simak rujukan faktual perbedaan hemat dan pelit berikut ini:

  • 1. Saat jam makan siang
Hemat:
Orang yang berhemat bakal menyiapkan bekal dari rumah, tapi yang bernutrisi. Nggak sanggup dimungkiri, jauh lebih murah masak sendiri ketimbang beli kuliner di luar. Beli materi sayur sop Rp5.000, misalnya, sanggup digunakan buat sarapan plus makan siang.

Kalau gak sempet masak bekal, nggak apa-apa beli di luar. Tapi, bujet akan sangat diperhitungkan. Misalnya dengan membungkus makanan. Jadi, sanggup lebih hemat makan di kantor sebab nggak perlu keluar duit buat beli minum. Mata juga nggak lapar melihat banyak kuliner di etalase.

Pelit:
Orang yang pelit sanggup juga bawa bekal. Namun isi bekal itu gak diperhitungkan, contohnya soal nutrisi. Yang penting kenyang, begitu pikirnya. Kalau banyak karbohidrat, badan akan cepat lelah. Akhirnya, kerja pun jadi nggak fokus.

Nah, jikalau nggak bawa bekal, sanggup jadi ia akan deket-deket ke yang bawa makanan. Tujuannya: sanggup kuliner gratisan. Jangan heran jikalau sesudah itu digunjingkan, ya.

  • 2. Saat nabung
Hemat:
Orang hemat menabung dengan sasaran tertentu. Jadi, ada perhitungan berapa yang disisihkan dan hingga kapan. Bunga pun dihitung. Jika tabungan dirasa nggak cukup, dicarilah jalan lain yang menunjukkan laba lebih besar: investasi.

Pelit:
Nggak peduli mau nabung hingga kapan dan berapa, yang penting ada duit yang disisihkan. Karena itu, bukan tidak mungkin kelak pas pensiun duit tabungannya nggak cukup untuk biaya hidup.

  • 3. Saat bergaul
Hemat:
Keluar duit untuk hal yang dibutuhkan dalam pergaulan gak apa-apa. Misalnya pas ultah, ajak makan-makan. Kasih bos dan kolega buah tangan sehabis liburan. Demi menjaga silaturahmi.

Pelit:
Apa pun acaranya, yang penting nggak ngeluarin duit. Itu jadi prinsipnya. Nggak peduli orang-orang jadi menjauhi.

  • 4. Saat belanja
Hemat:
Sebelum pergi belanja, daftar belanjaan udah di tangan. Pas di daerah belanja, ya beli sesuai dengan daftar. Kebutuhan dan impian akan dibedakan.

Pelit:
Beli barang menurut apa yang dilihat. Pokoknya yang lagi diskon, itu yang dibeli. Padahal sanggup saja barang diskon itu harganya dinaikkan dulu, gres dikorting. Atau disuruh beli 5 dulu, gres sanggup diskon. Padahal yang dibutuhin hanya 1. Makara keluar duit lebih banyak.

Sederet poin perbedaan hemat dan pelit di atas sanggup saja lebih panjang, tergantung situasi-kondisi. Yang dijelaskan di atas hanyalah contoh. Tujuannya, kita sanggup membedakan ngirit dan pelit, serta mengambil pilihan demi keuangan lebih baik. (Sumber by Suara)
 

Ketik dan Tekan Enter Untuk Mencari!