Faktor Dan Tanda - Tanda Bisnis Bangkrut

- Mei 02, 2019
Sebelum perjuangan anda mengalami kebangkrutan, ada kalanya mengenal dan mengetahui faktor penyebab terjadi sebuah perusahaan tidak bisa bangun lagi. Sehingga setela mengetahuinya, anda bisa siap-siap dan memperbaiki selagi masih bisa. Selain beberapa faktor, ada juga gejala yang bisa kita lihat apakah perjuangan anda akan menuju kemana? Kearah kebangkrutan atau kesuksesan! Bangkrut ialah kondisi dimana orang/perusahaan yang sudah tidak mempunyai kemampuan bayar terhadap kewajibannya (hutang) atau istilahnya insolvent atau hutangnya sudah melampaui asetnya. Status legal melarat sanggup disahkan oleh pengadilan, baik yang diajukan sendiri oleh perusahaan tsb (debitor) atau oleh pihak ketiga (kreditor). 

Selain punya harapan untuk membuat perjuangan menjadi besar, tidak hanya untuk pribadi, tapi juga ingin membuat lapangan pekerjaan untuk orang lain, dan tentu itu tidak mudah. Sebuah perjuangan apakah layak dipertahankan atau tidak biasanya dilihat dari beberapa faktor.

Sebenarnya, bangkrutnya sebuah perjuangan sanggup terjadi sebab banyak sekali factor, dan biasanya penyebabnya lebih dari satu. Maka bila anda ingin mempunyai perjuangan yang sukses dalam jangka waktu lama, jangan suka meremehkan suatu hal. 

Faktor Penyebab Bangkrut dalam Menjalankan Usaha
  • Cash Flow (Uang masuk keluar) sebuah perusahaan. Jika setiap bulannya mengalami kerugian mungkin itu bukan perjuangan sehat sebab akan melarat bila tidak segera diatasi
  • Hutang - Meski hutang sendiri mempunyai beberapa nilai konkret dalam usaha, terutama untuk mendukung modal atau mempertahankan perjuangan anda dari kebangkrutan, tapi hutang juga berperan sebagai boomerang yang siap menyerang balik perjuangan anda. Ingat, jangan sebab bunga pinjangan kecil sehingga anda berlama-lama membayarnya. Dan bila tidak diharapkan lebih baik jangan berutang.
  • Waktu perjuangan yang usang juga menjadi faktor penting ketika melihat apakah bisnis tersebut layak untuk dipertahankan. Jika masih dibawah lima tahun dan kondisi keuangan masih bisa diperbaiki, mungkin masih bisa diperbaiki.
  • Kondisi Pasar yang persaingannya sangat ketat. Memang dalam setiap bisnis selalu ada persaingan, tetapi bila kompetitor anda berpengaruh mungkin itu perlu diperhatikan.
  • Omzet - Omzet ialah Seluruh jumlah uang yang didapat dari hasil penjualan dalam jangka waktu tertentu namun belum dikurangi dengan biaya HPP (Harga Pokok Produksi) dan Expense (Gaji, Tagihan Listrik, Biaya ngiklan dll) ". Tapi perlu anda sadari, tujuan utama dalam sebuah perjuangan ialah profit. Maka mulailah untuk lebih focus pada profit dari pada hanya sekedar mengejar omzet.
  • Rekan Bisnis - Jangan menganggap sepele pada rekan bisnis. Bisa-bisa mereka yang akan membuat anda cepat bangkrut. Sebelu bermitra, sebaiknya kenal mereka sebaik mungkin dan selalu buat perjanjian tertulis. Tak jarang akan ada perbedaan pendapat yang membuat mereka terpecah belah, sehingga menjadi penyebab perjuangan mereka bangkrut. 


Berikut ialah Ciri-ciri atau tanda perjuangan akan mengalami kebangkrutan;
  • Tidak tahu uangnya lari ke mana saja
Kebanyakan orang yang akan atau sudah melarat selalu merasa kekurangan uang, sebab mereka tidak tahu ke mana larinya uang yang sudah mereka dapatkan. Pasalnya, mereka juga tidak punya rincian pengeluaran bulanan, apalagi rincian mengenai pengeluaran kecil lainnya. Anda bisa menghindari hal ini dengan membuat planning pengeluaran bulanan dan jangan keluar jalur dan belanja yang tidak-tidak.

  • Tidak punya planning jangka panjang
Ciri-ciri orang yang kekurangan uang sebab tidak punya planning jangka panjang, baik itu tabungan maupun investasi. Jika saja mereka punya rencan untuk satu bulan, itu akan lebih baik daripada tanpa planning sama sekali. Walaupun kesannya planning tersebut meleset dari sasaran semula, setidaknya anda sudah punya rencana.

  • Belanja barang yang tidak perlu
Pastinya anda punya teman, kenalan atau bahkan saudara yang sangat mengasihi belanja dan membeli barang yang sebetulnya tidak dibutuhkan. Seri terbaru iPhone gres saja dirilis? Mereka pribadi beli, dengan segala cara (tunai atau kredit), walaupun versi yang sebelumnya masih ada dan berfungsi dengan baik. Pesawat televisi dengan layar data terbaru gres saja keluar? Mereka pribadi beli semoga dibilang tidak ketinggalan jaman sebab punya teknologi terbaru.

  • Korban gaya hidup mewah
Kebanyakan orang dengan honor besar selalu tak mau ketinggalan dengan gaya hidup masa sekarang yang serba mewah, Bahkan, tak jarang mereka menghabiskan banyak uang hanya untuk gaya hidup tersebut. Daripada menentukan untuk menabung dan berinvestasi, mereka menentukan untuk meninggikan standar hidupnya, dengan membeli rumah lebih besar, kendaraan beroda empat gres dan pakaian dengan mode terbaru. Mereka selalu merasa harus lebih unggul ketimbang orang lain di lingkungannya.

  • Selalu membayar lebih mahal tanpa pikir panjang
Kebanyakan orang menjadi melarat sebab hal ibarat ini. Mereka selalu cepat mengeluarkan uang tanpa mengetahui nilai orisinil sebuah barang. Bahkan, mereka tidak pernah bertanya apakah harganya masih bisa ditawar atau menerima diskon. Kalau memang bisa membayar lebih murah, kenapa tidak? Jangan pernah membayar sesuatu lebih mahal dari harga pasaran.

  • Selalu berutang di setiap kesempatan
Selama masih bisa berutang, mereka niscaya lakukan. Mereka tampaknya tidak pernah dengan bahwa semakin usang jangka waktu pembayaran maka uang yang harus dibayar menjadi semakin tinggi. Apalagi dengan iming-iming bunga 0% dalam tiga bulan pertama. Selanjutnya, mereka akan tanpa sadar mengambil kredit lagi dan lagi hingga kesannya terlilit utang.

  • Mengandalkan orang lain untuk problem keuangannya
Kebanyakan dari kita niscaya pernah tahu seseorang yang selalu meminta proteksi kepada orang tua, keluarga atau temannya bila terlibat problem keuangan. Masalah yang mereka sanggup dilakukan oleh sendiri tetapi berharap bisa diselesaikan oleh proteksi orang lain.

  • Mengorbankan laba masa depan demi kesenangan sesaat
Orang ibarat ini biasanya kesulitan untuk mengerti bahwa berhemat dan bekerja keras akan menghasilkan laba di masa depan, daripada menghambur-hamburkan uang di masa kini. Mereka biasanya tidak sadar bahwa menabung di masa sekarang bisa meningkatkan kesenangan di masa depan.

  • Lebih bahagia orang mengira dirinya kaya, daripada benar-benar kaya
Satu lagi ciri orang yang tidak akan lepas dari kebangkrutan ialah bahagia dikira banyak uang oleh banyak orang, meski yang sebetulnya justru sebaliknya. Mereka tidak peduli apakah benar-benar sukses atau tidak, yang penting orang mengira dirinya sukses dan punya harta melimpah.
 

Ketik dan Tekan Enter Untuk Mencari!