9 Hal Yang Menciptakan Karyawan Terbaik Anda Mengundurkan Diri

- Mei 07, 2019
Cukup luar biasa seberapa sering Anda mendengar manager mengeluh ihwal karyawan terbaik mereka yang akan keluar, dan mereka benar-benar mempunyai sesuatu untuk dikeluhkan.

Manager seringkali mengeluhkan tingginya tingkat turnover di tim mereka, padahal bekerjsama inti permasalahannya ialah mereka resign alasannya ialah mereka ingin mereka ingin menjauh dari manajer mereka.

Masalah ini sanggup dengan gampang dihindari. Semua yang diharapkan ialah sebuah perspektif gres dan beberapa perjuangan oleh manajernya. Pertama, kita perlu memahami sembilan hal terburuk yang dilakukan oleh manager sehingga menciptakan karyawan terbaiknya angkat kaki.

  • 1. Memberi Pekerjaan yang Berlebihan

Tidak ada yang lebih menyiksa karyawan selain sering lembur. Sangat menarik hati untuk memperkerjakan karyawan terbaik berlebihan sehingga manager sering terjatuh dalam perangkap ini. Memberi lembur untuk karyawan yang baik ialah membingungkan; hal ini menciptakan mereka merasa dieksekusi alasannya ialah performanya yang hebat. Lembur karyawan juga kontraproduktif. Penelitian gres dari Stanford memperlihatkan bahwa produktivitas per jam menurun tajam dikala jam kerja melebihi 50 jam per minggu, dan produktivitas menurun begitu banyak sehabis 55 jam kerja.

Jika Anda harus meningkatkan pekerjaan yang diberikan kepada karyawan, sebaiknya Anda juga meningkatkan status mereka juga. Karyawan berbakat akan mengambil beban kerja yang lebih besar, tetapi mereka tidak akan tinggal kalau pekerjaan mereka mati dalam prosesnya. Kenaikan gaji, promosi, dan perubahan title ialah cara-cara yang sanggup diterima untuk meningkatkan beban kerja. Jika Anda hanya meningkatkan beban kerja alasannya ialah orang berbakat, tanpa mengubah sesuatu, mereka akan mencari pekerjaan lain yang memberi mereka apa yang mereka layak terima.

  • 2. Mereka Tidak Kenal Kontribusi dan Reward

Orang seringkali meremehkan kekuatan dari pujian, terutama oleh orang top yang pada hakikatnya memotivasi. Semua orang suka pujian, tidak terkecuali orang-orang yang bekerja keras dan memperlihatkan segalanya dalam pekerjaan. Manager perlu berkomunikasi dengan karyawan mereka untuk mengetahui hal apa yang menciptakan mereka merasa baik (untuk beberapa, kenaikan gaji; untuk yang lain, ratifikasi publik) dan kemudian diberikan untuk mereka yang bekerja dengan baik. Dengan manager yang baik, hal ini akan sering terjadi kalau Anda bekerja dengan benar.

  • 3. Mereka Tidak Peduli dengan Karyawan Mereka

Lebih dari setengah orang-orang yang meninggalkan pekerjaan melakukannya alasannya ialah duduk kasus hubungan mereka dengan bos. Perusahaan cerdas meyakinkan manager mereka tahu bagaimana menyeimbangkan hidupnya dengan orang lain. Mereka ialah bos yang merayakan kesuksesan karyawannya, berempati bersama mereka yang melalui masa sulit, dan memberi tantangan. Bos yang gagal untuk peduli akan selalu punya tingkat turnover yang tinggi. Ini mustahil untuk bekerja bagi orang yang tidak secara pribadi terlibat dan peduli selain Anda menuntaskan pekerjaan Anda.

  • 4. Mereka Tidak Menghargai Komitmen

Membuat janji-janji dan komitmen supaya orang merasa Anda bisa diandalkan menciptakan orang senang. Ketika Anda menjunjung tinggi komitmen, Anda tumbuh di mata karyawan alasannya ialah Anda menunjukan kepada diri sendiri bahwa Anda sanggup mengemban amanah dan terhormat (dua kualitas yang sangat penting untuk seorang bos). Tetapi dikala Anda – sebagai bos- mengabaikan komitmen Anda, Anda terlihat tidak peduli, dan tidak sopan. Kesimpulannya, kalau seorang bos tidak menghargai komitmennya sendiri, mengapa orang lain harus?

  • 5. Mereka Memperkerjakan dan Mempromosikan Orang yang Salah

Karyawan pekerja keras lebih suka bekerja dengan orang yang berpikiran serupa dengannya (professional). Ketika manager tidak mempekerjakan orang yang tepat, hal ini menjadi sebuah kendala bagi karyawan lain. Menaikkan jabatan orang yang salah malah lebih buruk. Ketika Anda hanya bekerja untuk mendapat promosi yang seharusnya didapatkan oleh orang yang lebih pantas, hal ini sangat menyinggung.

  • 6. Mereka Tidak Membiarkan Orang Mengejar Impiannya

Karyawan yang berbakat ialah orang yang sangat berambisi. Menyediakan kesempatan bagi mereka untuk mengejar passion mereka akan meningkatkan produktivitas dan kepuasan kerja. Tetapi banyak manager hanya ingin karyawannya bekerja dalam garis nyaman. Manager ini takut bahwa produktivitas akan menurun kalau mereka membiarkan karyawan melebarkan fokus dan mengejar passion-nya. Ketakutan ini tidak mempunyai dasar. Studi memperlihatkan bahwa orang-orang yang bisa mengejar passion dalam pengalaman kerja, lima kali lebih produktif dari umumnya.

  • 7. Mereka Gagal Mengembangkan Kemampuan Orang Lain

Ketika manager ditanya ihwal kurangnya perhatian mereka kepada karyawan, mereka mencoba untuk beralasan dengan memakai kata-kata ibarat “kepercayaan”, “otonomi”, dan “pemberdayaan”. Ini ialah omong kosong. Manager yang baik akan mengelola, tidak peduli seberapa berbakatnya karyawan tersebut. Mereka memberi perhatian dan terus mendengarkan dan memberi feedback.

  • 8. Mereka Gagal Menggunakan Kreativitas Karyawannya

Karyawan berbakat akan terus meningkatkan apa pun yang dilakukannya. Jika Anda mengambil kemampuan mereka untuk mengubah dan memperbaiki hal-hal hanya alasannya ialah Anda merasa nyaman dengan hal yang datar, hal ini menciptakan mereka tidak menyukai pekerjaannya. Membatasi cita-cita  hanya membatasi mereka, tapi juga Anda.

  • 9. Mereka Gagal Menantang Karyawannya Secara Intelektual

Bos yang hebat akan menantang karyawan mereka untuk menuntaskan beberapa hal yang terlihat tak terbayangkan pada awalnya. Mereka menetapkan tujuan mulia yang mendorong orang keluar dari zona nyamannya. Kemudian, manajer yang baik melaksanakan segalanya dalam kekuasaan mereka untuk membantu mereka berhasil. Ketika orang-orang berbakat dan cerdas menyadari hal yang dilakukannya terlalu gampang atau membosankan, mereka mencari pekerjaan lain yang akan menantang kecerdasan mereka.

Kesimpulan
Jika Anda ingin karyawan terbaiknya untuk tetap tinggal, Anda perlu berpikir secara hati-hati ihwal bagaimana Anda memperlakukan mereka. Sementara karyawan terbaik sangat , talenta mereka memberi banyak pilihan. Anda perlu menciptakan mereka ingin bekerja untuk Anda.
Sumber Artikel : startupbisnis 
 

Ketik dan Tekan Enter Untuk Mencari!