Tanggung Jawab Seorang Pengusaha

- April 29, 2019
Tanggung jawab moral yaitu salah satu tanggung jawab seorang pengusaha dalam bisnisnya, tidak hanya memikirkan keuntungan. Tapi mereka juga harus punya tanggung pada negara. Rasa tanggung jawab merupakan sebuah perilaku yang selalu diajarkan oleh orang bau tanah kepada anak-anaknya sejak kecil. Setiap orang memang perlu mempunyai perilaku tanggung jawab terhadap apapun, menyerupai pekerjaan dan juga pilihan hidupnya sendiri. Saat masih kecil, seorang anak cenderung untuk belum mempunyai rasa tanggung jawab. Contoh paling sederhana untuk menggambarkan hal ini yaitu seorang anak biasanya enggan membereskan kamarnya yang acak-acakan sesudah bermain boneka seharian. Sikap menyerupai ini sanggup diubah dengan pengertian dan latihan yang diberikan orang bau tanah kepada anaknya. Latihan dan pengertian untuk membereskan kamar sesudah bermain bukan hanya masalah menciptakan kamar menjadi rapi, tapi juga mengajarkan seorang anak untuk sanggup bertanggung jawab sejak ia masih kecil.

PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tanggung jawab yaitu keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Jika terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan, maka seorang penanggung jawab sanggup dituntut, dipersalahkan, diperkarakan, dan sebagainya.

Pada dasarnya, rasa tanggung jawab merupakan sebuah pengertian untuk memahami tinggi rendahnya tabiat seorang manusia. Seiring dengan perkembangnya, rasa tanggung jawab kemudian berkembang bukan hanya dalam tataran personal, namun juga terkait korelasi dengan orang lain. Artinya, seseorang yang bekerjasama dengan pihak-pihak lain tidak bias lepas dari rasa tanggung jawab yang menempel pada dirinya.

Rasa tanggung jawab dibagi menjadi dua jenis, yakni:
  • 1. Tanggung Jawab Moral
Tanggung jawab moral merupakan tanggung jawab yang identik dengan tindakan moral. Tanggung jawab ini terdiri dari dua unsur, yakni kebebasan bertindak dan tindakan integral tanggung jawab (tanggung jawab yang lahir dari hati nurani).

  • 2. Tanggung Jawab Sebagai Warga Negara
Tanggung jawab sebagai seorang warga negara ditanggung oleh semua orang yang tinggal dalam sebuah Negara, baik yang menjabat sebagai pemerintah maupun rakyat biasa. Seorang pejabat mempunyai tanggung jawab kepada instansi terkait kiprah dan pengabdiannya kepada masyarakat dan Negara. Sementara rakyat mempunyai tanggung jawab kepada Negara dan masyarakat yang lain menyerupai membayar pakaj, mematuhi peraturan kemudian lintas, sampai menjaga kemudahan umum.

TANGGUNG JAWAB SEORANG PENGUSAHA
Sama menyerupai warga negara lainnya, seorang pengusaha juga mempunyai tanggung jawab yang harus ditanggungnya. Sebagai seorang pengusaha, tanggung jawab yang ditanggung tentunya sangat luas. Selain tanggung jawab terhadap bisnisnya, seorang pengusaha juga mempunyai tanggung jawab terhadap pegawainya, masyarakat yang ada di lingkungan bisnisnya, juga tanggung jawab terhadap lingkungan. Tanggung jawab pengusaha ini sering disebut sebagai tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Sesuai dengan namanya, CSR merupakan bentuk tanggung jawab pengusaha dan perusahaan yang tidak hanya menciptakan keputusan menurut aspek laba ekonomi, namun juga melalui pembangunan berkelanjutan dalam bidang sosial. Tanggung jawab perusahaan dalam bentuk CSR dilakukan alasannya yaitu perusahaan menyadari jikalau dalam sebuah bisnis, tidak hanya laba yang bias didatangkan oleh perusahaan, namun juga kerugian bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Dengan kata lain, CSR sanggup pula dikatakan sebagai donasi perusahaan terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan melalui administrasi dampak, yakni meminimalisasi imbas negatif dan memaksimalisasi imbas konkret terhadap seluruh pemangku kepentingan perusahaan.

LINGKUP TANGGUNG JAWAB SOSIAL
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, seorang pengusaha mempunyai tanggung jawab yang besar kepada banyak pihak. Dalam tanggung jawab sosial, seorang pengusaha setidaknya mempunyai tanggung jawab terhadap empat pihak, yakni lingkunga, konsumen, karyawan dan investornya.

  • A. Tanggung Jawab Terhadap Lingkungan
Bentuk tanggung jawab pengusaha terhadap lingkungan sanggup diwujudkan dengan meminimalkan polusi dan kerusakan lingkungan yang dihasilkan oleh perusahaan. Contohnya, perusahaan sanggup memakai penghisap zat-zat beracun pada asap yang dikeluarkan dari produksi untuk meminimalkan polusi udara, menciptakan penampungan limbah yang menyerap zat-zat berbahaya sebelum dialirkan ke ajaran sungai untuk meminimalkan polusi air, dan meminimalkan sampah yang dikeluarkan dengan memakai bahan-bahan yang sanggup di daur ulang untuk meminimalisir polusi air.

  • B. Tanggung Jawab Terhadap Konsumen
Bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap konsumen sanggup diwujudkan dengan menyediakan produk yang berkualitas dan dengan harga yang sesuai. Konsumen mempunyai hak untuk memperoleh produk yang aman, memperoleh warta mengenai produk yang digunakan, hak untuk didengarkan dan hak untuk menentukan apa yang hendak dibeli. Tanggung jawab perusahaan terhadap konsumennya juga termasuk dengan memperhatikan etika dalam beriklan, antara lain dengan tidak menciptakan janji-janji perihal sebuah produk yang tidak ditepati oleh perusahaan.

  • C. Tanggung Jawab Terhadap Karyawan
Bentuk tanggung jawab yang sanggup diberikan perusahaan kepada karyawan yaitu dengan melaksanakan aneka macam aktivitas, menyerupai rekruitmen, pelatihan, promosi dan kompensasi sesuai dengan hak-hak yang harus diperoleh karyawan.

  • D. Tanggung Jawab Terhadap Investor
Tanggung jawab terhadap investor sanggup dilakukan contohnya dengan menawarkan laporan keuangan dengan jujur dan sesuai keadaan, tidak menawarkan warta kepada investor-investor tertentu saja, dan menawarkan laporan keuangan sesuai dengan hukum dalam laporan keuangan yang berlaku.

MENGELOLA PROGRAM TANGGUNG JAWAB SOSIAL
Sebuah tanggung jawab sosial tidak akan berlangsung dengan baik apabila tidak dikelola dengan baik pula. Sebuah acara tanggung jawab sosial membutuhkan acara yang diorganisasikan dan dikelola dengan hati-hati. Secara umum, manajer harus melaksanakan hal-hal berikut:

Tanggung jawab sosial harus dimulai dari tingkatan administrasi puncak alasannya yaitu tanpa sumbangan dari administrasi puncak tidak akan ada acara yang berjalan sukses. Sebuah komite atau panitia yang terdiri dari manajer-manajer tertinggi harus berbagi sebuah planning yang merinci tingkat sumbangan manajemen. Seorang direktur atau manajer harus bertanggung jawab dalam pengimplementasian acara yang telah direncanakan.

Perusahaan harus melaksanakan audit sosial, yaitu analisis sistematis mengenai penggunaan dana dan pencapaiannya terhadap tujuan tanggung jawab sosialnya. (Sumber artikel by ciputrauceo.net)
 

Ketik dan Tekan Enter Untuk Mencari!