Manajemen Resiko Usaha

- April 29, 2019
Resiko perjuangan yaitu kemungkinan seorang pengusaha atau suatu perusahaan menderita kerugian, mendapat ancaman yang mengancam eksistensi sebuah usaha. Resiko perjuangan merupakan suatu tindakan yang selalu dihubungkan dengan kemungkinan terjadinya kerugian yang tidak terduga dan tidak diharapkan. Kunci  untuk mengetahui seberapa besar resiko yang akan Anda hadapi yaitu seberapa tepat Anda mendapatkan informasi. Untuk sanggup mengatasi resiko perjuangan perlu adanya sebuah taktik yang tertata dengan baik. Ilmu Risk management atau Manajemen Resiko Usaha sudah niscaya harus Anda baca sebagai kalangan para entrepreneur. Jika Anda berani menghadapi resiko tentunya harus punya persiapan matang sebelumnya. Berikut yaitu 4 langkah gampang memanage resiko usaha:

  • 1. Identifikasi Resiko
Dari aneka macam jenis resiko perjuangan yang telah dipaparan sebelumnya, Anda sanggup mencoba identifikasi kira-kira dari jenis resiko tersebut yang sanggup muncul dalam perjuangan Anda yaitu yang mana. Terkadang proses ini terlalu menjemukan alasannya ternyata resiko yang Anda bayangkan sebelumnya sanggup muncul lebih banyak. Namun ketika resiko ini lebih sedikit dampaknya daripada laba tentunya Anda tidak akan sia-sia berusaha untuk mengatasi resiko ini. Inti dari proses ini yaitu dibuatnya sebuah daftar dari setiap resiko yang sanggup terjadi pada perjuangan Anda.
  • 2. Ranking Berdasar Kerugian
Setelah mempunyai daftar ihwal aneka macam resiko usaha, saatnya Anda menganalisa dan mengurutkannya menurut dampak terburuk. Anda harus fokus pada resiko yang paling besar balasannya dan paling sering dialami terutama terhadap jenis perjuangan Anda yang serupa. Cari apa saja dampaknya terhadap Anda, terhadap karyawan, terhadap kelangsungan perusahaan dan bahkan terhadap lingkungan.

  • 3. Control Resiko
Daftar dengan aneka macam resiko ini tidak akan berarti kalau tidak ada planning agresi yang sanggup dilakukan untuk penganggulangannya. Dalam menyikapi resiko perjuangan terdapat 5 bentuk sikap:

a. Risk Avoidance (Menghindari Resiko). 
Sikap berikut sering kali tidak efektif alasannya dengan menghindari resiko ini berarti Anda tidak berani mengambil kesempatan untuk berusaha dan mengatasi resiko, Anda bahkan tidak mencar ilmu akan apapun. Tindakan ini berarti Anda tidak melaksanakan tindakan yang sanggup menjadikan resiko tersebut terjadi, termasuk tidak jadi melaksanakan suatu taktik perjuangan yang telah disusun.

b. Risk Reduction (Mengurangi Resiko).
Hal ini berarti mencari sebuah tindakan untuk mengurangi kerugian dari sebuah resiko yang sanggup terjadi. Kemungkinan resiko terjadi tetap ada namun dampaknya sebisa mungkin diminimalisir. Misalnya, sistem alarm pendeteksi kebakaran, kebakaran tetap sanggup terjadi namun resiko kerugian sanggup dikurangi dengan sistem ini.

c. Risk Transfer (Memindahkan Resiko).
Selain menghindari dan mengurangi resiko, kita juga sanggup mengalihkan resiko. Kita sanggup mengalihkan tanggung jawab kepada pihak lain dengan membayar jasa tersebut. Contoh kalau Anda mempunyai perusahaan barang pecah belah dan harus mengirimkannya ke daerah yang cukup jauh dan jalan yang kurang memadai, daripada Anda sendiri atau karyawan sendiri yang mengantar lebih baik Anda menentukan membayar jasa pengantar yang mempunyai asuransi barang pecah belah. Tentu resikonya akan Anda pindahkan ke pihak pengantar ini.

d. Risk Retention (Menerima Resiko).
Menerima artinya Anda hanya sanggup merelakan kerugian tersebut terjadi. Sikap ini tentunya diambil kalau tidak ada cara lain untuk menghadapinya. Contohnya kalau Anda salah menghitung uang atau salah mengirim barang tentunya kerugian mau tidak mau harus Anda terima. Perlu diingat pula kalau dampak kerugiannya terlalu besar maka lebih baik menghindari daripada menerimanya.
  • 4. Monitoring dan Review
Setelah Anda berhasil mengidentifikasi Resiko dan menentukan taktik yang sanggup diterapkan untuk setiap resiko, saatnya Anda untuk selalu waspada akan segala informasi yang ada. Sebuah Isu yaitu sebuah tanda-tanda dari datangnya sebuah resiko atau bahkan krisis yang akan melanda. Sebuah informasi tentu tidak selalu mempunyai tanda-tanda tapi setidaknya sesudah mengenal jenis-jenis resiko perjuangan ini maka Anda akan tahu dimana fokus Anda akan tertuju kalau resiko tersebut terjadi. Jika sebuah informasi tersebut telah menjadi resiko yang sesungguhnya dan mendatangkan krisis saatnya Anda meresolusi atau mengevaluasi apakah tindakan Anda terhadap resiko tersebut berhasil sesuai yang Anda rencanakan atau tidak. Setidaknya sesudah Anda berhasil mendapatkan hasil review ini akan Anda jadikan materi pembelajaran untuk sanggup lebih baik kalau menghadapi resiko ini kembali. (Sumber by ciputrauceo.net/)
 

Ketik dan Tekan Enter Untuk Mencari!