Apa Pengertian Perseroan Terbatas (Pt)? Kelebihan, Kekurangan, Ciri-Ciri Dan Tujuan Pt

- April 26, 2019
Perseroan terbatas (PT) (bahasa Belanda: Naamloze Vennootschap) ialah suatu tubuh aturan untuk menjalankan perjuangan yang mempunyai modal terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya mempunyai bab sebanyak saham yang dimilikinya. Perseroan terbatas merupakan tubuh perjuangan dan besarnya modal perseroan tercantum dalam anggaran dasar. Kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan langsung pemilik perusahaan sehingga mempunyai harta kekayaan sendiri. Setiap orang sanggup mempunyai lebih dari satu saham yang menjadi bukti pemilikan perusahaan. 

Sebagai komplotan modal, kekayaan PT terdiri dari modal yang seluruhnya terbagi dalam bentuk saham. Para pendiri PT berkewajiban untuk mengambil bab modal itu dalam bentuk saham – dan mereka menerima bukti surat saham sebagai bentuk penyertaan modal. Tanggung jawab para pemegang saham terbatas hanya pada modal atau saham yang dimasukkanya ke dalam perseroan (liability). Perseroan Terbatas harus memenuhi persyaratan dan tata cara pengakuan PT sebagaimana yang diatur dalam UUPT, yaitu pengakuan dari Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia. Tata cara tersebut antara lain pengajuan dan investigasi nama PT yang akan didirikan, pembuatan Anggaran Dasar, dan pengakuan Anggaran Dasar oleh Menteri. Sebagai sebuah perjanjian, pendirian PT harus dilakukan oleh lebih dari satu orang yang saling berjanji untuk mendirikan perseroan, dan mereka yang berjanji itu memasukan modalnya ke dalam perseroan dalam bentuk saham. Perjanjian tersebut harus dibentuk dalam bentuk sertifikat notaris dalam bahasa Indonesia – notaris yang dimaksud ialah notaris yang wilayah kerjanya sesuai dengan domisili perseroan. Agar sah menjadi Badan Hukum, sertifikat notaris itu harus disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM RI.

Ciri Ciri PT (Perseroan Terbatas) 
Dalam KUH Dagang menjelaskan bahwa tubuh perjuangan yang sanggup dikatakan sebagai PT (perseroan Terbatas) harus mempunyai unsur atau ciri ciri PT. Ciri ciri PT (Perseroan Terbatas), sebagai berikut :
  • (1) Badan perjuangan sanggup disebut sebagai PT (Perseroan Terbatas) jikalau kekayaan tubuh perjuangan yang dimiliki terpisah dari kekayaan langsung masing-masing pesero (pemegang saham), yang bertujuan untuk membentuk sejumlah dana sebagai jaminan bagi semua perikatan perseroan.
  • (2) Dapat perjuangan sanggup disebut sebagai PT (Perseroan Terbatas) jikalau adanya persero yang tanggung jawabnya terbatas pada jumlah nominal saham yang dimilikinya. Sedangkan mereka semua dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) merupakan kekuasaan tertinggi dalam organisasi perseroan, yang mempunyai kewenangan mengangkat dan memberhentikan Komisaris dan Direksi, berhak memutuskan garis-garis besar budi menjalankan perusahaan dan mempunyai kewenangan memutuskan hal-hal yang belum ditetapkan dalam Anggaran Daasar dan lain-lain.
  • (3) Badan perjuangan sanggup disebut sebagai PT (Perseroan Terbatas) jikalau pengurus (Direksi) dan Komisaris yang merupakan satu kesatuan pengurusan dan pengawasan terhadap perseroan dan tanggung jawabnya terbatas pada tugasnya, yang harus sesuai dengan Anggaran Dasar atau pada keputusan RUPS.

Tujuan PT (Perseroan Terbatas) 
  • Berbicara mengenai tujuan PT (Perseroan Terbatas), Tujuan PT (Perseroan Terbatas) didirikan ialah untuk menjalankan suatu perusahaan dengan modal tertentu yang terbagi atas saham-saham, yang dimana para pemegang saham (persero) ikut serta mengambil satu saham atau lebih dan melaksanakan perbuatan-perbuatan aturan dibentuk oleh nama bersama, dengan tidak bertanggung jawab sendiri untuk persetujuan-persetujuan perseroan itu (dengan tanggung jawab yang semata-mata terbatas pada modal yang mereka setorkan).

Kelebihan dari PT
  • 1. Adanya tanggung jawab atas hutang yang terbatas, terbatas atas jumlah saham yang dimiliki.
  • 2. Adanya kemungkinan untuk memperjualbelikan saham yang dimiliki.
  • 3. Umumnya mempunyai jangka waktu operasi yang tidak terbatas.
  • 4. relatif lebih gampang untuk memperoleh derma dengan nilai nominal yang besar dengan jangka waktu panjang dan tingkat bunga rendah.
  • 5. Adanya kemungkinan untuk alih teknologi dan ilmu dimana para pemegang saham dengan gampang menyewa tenaga profesional untuk menjalankan perusahaannya.

Kekurangan dari PT
  • 1. Keterbatasan dalam jenis-jenis bidang perjuangan yang dijalankan. Umumnya bidang perjuangan yang dijalankan oleh PT ditentukan oleh ijin yang dikeluarkan serta peraturan yang berlaku.
  • 2. Adanya perbedaan kepentingan di dalam menjalankan PT. Terkadang pemilik saham minoritas dikalahkan oleh kepentingan pemilik saham mayoritas.
  • 3. Adanya kewajiban-kewajiban untuk menciptakan laporan ke banyak sekali pihak.
  • 4. Biaya yang tidak sedikit untuk mendirikan suatu PT dan bahkan ada biaya juga untuk menutup suatu PT.
  • 5. Adanya sistem pajak yang menimbulkan seorang pemegang saham membayar pajak ganda dimana pajak atas PT itu sendiri dan pajak individu dari dividen yang diterima. 
Macam Macam PT (Perseroan Terbatas)
Berbicara mengenai macam macam PT (Perseroan Terbatas), ditinjau dari cara menghimpun modal PT, maka macam macam PT (Perseroan Terbatas) sanggup dibedakan menjadi PT Terbuka, PT Tertutup dan PT Perseorangan.

  • 1. PT Terbuka
Pengertian PT Terbuka ialah suatu PT (Perseroan Terbatas) di mana masyarakat luas sanggup ikut serta menanamkan modalnya dengan cara membeli saham yang ditawarkan oleh PT Terbuka melalui bursa dalam rangka memupuk modal untuk investasi PT atau biasa disebut “PT yang go-public”.
Pengertian PT Terbuka tercantum dalam UU No.40 tahun 2007, PT Terbuka ialah perseroan yang modal dan jumlah pemegang sahamnya memenuhi kriteria tertantu, atau perseroan yang melaksanakan penawaran umum sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

Dari Pengertian PT Terbuka di atas, maka PT terbuka sanggup dibedakan menjadi dua, yaitu :
(a) PT (Perseroan Terbatas) yang go-public, yang emlakukan penawaran umum sesuai buti 2;
(b) Perseroan publik. Adapun yang dimaksud perseroan publik ini ialah PT yangtidak melaksanakan penawaran umum dalam arti tidak menjual sahamnya melalui bursa (go-public), namun modalnya sangat besar dan terbagi atas sejumlah pemegang saham yang banyak sekali.
Selain itu PT terbuka dalam UUPT (Undang-undang Perseroan Terbatas) mengharuskan pada selesai perseroan ditambah dengan kependekan “Tbk” dan juga harus didahului dengan perkataan “Perseroan Terbatas” atau disingkat “PT”. Contohnya : PT. Gudang Garam Tbk, berarti “Perseroan Terbatas Gudang Garam ialah PT terbuka”.

  • 2. PT Tertutup
Pengertian PT Tertutup ialah PT (Perseroan Terbatas) yang didirikan dengan tidak menjual sahamnya kepada masyarakat luas, berarti tidak setiap orang sanggup ikut menanamkan modalnya.
Pengertian PT tertutup tidak sanggup ditemukan dalam UU PT, Namun sanggup ditafsir bahwa “PT tertutup bukan merupakan PT terbuka”. Dapat ditarik kesimpulan bahwasannya PT tertutup merupakan yang tidak termasuk pada kriterian yang termuat dalam UU PT.

  • 3. PT Perseorangan
Pengertian PT Perseorangan ialah saham-saham dalam PT (Perseroan Terbatas) tersebut dikuasai oleh seorang pemegang saham (Pesero). Hal ini sanggup terjadi sehabis melalui proses pendirian PT itu sendiri. Pada waktu pendirian PT, terdapat lebih dari seorang pemegang saham, yang selanjutnya beralih menjadi berada pada seorang pemegang saham.

Setelah berlakunya UU PT maka PT Perseorangan mustahil dilakukan lagi, alasannya ialah UU PT melarang hal yang demikian. Dalam pasal 7 angka (5) UU PT menyebutkan dengan tegas : “setelah Perseroan memperoleh status tubuh aturan dan pemegang saham menjadi kurang dari 2 (dua) orang, dalam jangka waktu paling usang 6 (enam) bulan terhitung semenjak keadaan tersebut pemegang saham yang bersangkutan wajib mengendalikan sebagian sahamnya kepada orang lain”.

Tidak dimungkinkan pemegang saham tunggal dalam PT (Perseroan Terbatas) berdasarkan UU PT menyerupai yang dijelaskan di atas. Namun terdapat pengecualian terhadap ketentuan tidak dimungkinkannya pemegang saham tunggal yaitu terhadap perseroan yang merupakan BUMN (Badan Usaha Milik Negara), dimana saham-sahamnya berada pada satu tangan yaitu berada pada tangan pemerintah melalui Menteri Keuangan sebagai satu-satunya pemegang saham. Hal ini ditegaskan dalam pasal 7 angka (7) UU PT.

Syarat umum pendirian perseroan terbatas:
  • Fotokopi KTP para pemegang saham dan pengurus, minimal 2 orang.
  • Fotokopi KK penanggung jawab / direktur.
  • Nomor NPWP penanggung jawab.
  • Pas foto penanggung jawab ukuran 3X4 (2 lembar berwarna).
  • Fotokopi PBB tahun terakhir sesuai domisili perusahaan.
  • Fotokopi surat kontrak/sewa kantor atau bukti kepemilikan kawasan usaha.
  • Surat keterangan domisili dari pengelola gedung jikalau berdomisili di gedung perkantoran.
  • Surat keterangan RT/RW (jika dibutuhkan, untuk perusahaan yang berdomisili di lingkungan perumahan) khusus luar Jakarta.
  • Kantor berada di wilayah perkantoran/plaza, atau ruko, atau tidak berada di wilayah permukiman.
  • Siap disurvei.

Syarat pendirian PT secara formal berdasarkan UU No. 40/2007 ialah sebagai berikut:
  • Pendiri minimal 2 orang atau lebih (pasal 7 ayat 1).
  • Akta Notaris yang berbahasa Indonesia.
  • Setiap pendiri harus mengambil bab atas saham, kecuali dalam rangka peleburan (pasal 7 ayat 2 dan ayat 3).
  • Akta pendirian harus disahkan oleh Menteri kehakiman dan diumumkan dalam BNRI (ps. 7 ayat 4).
  • Modal dasar minimal Rp. 50 juta dan modal disetor minimal 25% dari modal dasar (pasal 32 dan pasal 33).
  • Minimal 1 orang eksekutif dan 1 orang komisaris (pasal 92 ayat 3 & pasal 108 ayat 3).
  • Pemegang saham harus WNI atau tubuh aturan yang didirikan berdasarkan aturan Indonesia, kecuali PT PMA.
Sumber : 
https://www.infobisnis.web.id/search?q=pengertian-ciri-tujuan-dan-macam-pt-peseroan-terbatas
 

Ketik dan Tekan Enter Untuk Mencari!