Apa Itu Manajer? Tingkatan, Tugas, Keterampilan Manajer

- April 24, 2019
Apa Itu Manajer? Tingkatan, Tugas, Keterampilan Manajer - Manajer yaitu seseorang yang bekerja dengan atau melalui orang lain melalui kegiatan mengkoordinasi banyak sekali aktifitas pekerjaan dalam upaya untuk mencapai tujuan organisasi. Pada organisasi berstruktur tradisional, manajer sering dikelompokan menjadi manajer puncak, manajer tingkat menengah, dan manajer lini pertama (biasanya digambarkan dengan bentuk piramida, di mana jumlah karyawan lebih besar di bab bawah daripada di puncak). Tugas utama manajer yaitu menkoordinasi. Secara teoritis, manajer harus menjalankan fungsi manajemen. Jika fungsi-fungsi administrasi tersebut tidak dijalankan maka orang tersebut tidak lagi disebut sebagai seorang manajer. Menjadi seorang manajer memang bukan kasus mudah,perlu betahun-tahun pengalaman dan jam terbang serta bidang keilmuan yang mencukupi yang bisa menimbulkan ia pantas disebut dan diangkat menjadi seorang manajer. Seorang manajer harus memahami identitas dan khususnya abjad dari bawahannya, contohnya kemampuan komunikasinya, keagresifan dalam bertanya, kadar emosi bawahannya, dan pengetahuan ihwal suatu masalah. 
Manajer yaitu seseorang yang bekerja dengan atau melalui orang lain melalui kegiatan meng Apa Itu Manajer? Tingkatan, Tugas, Keterampilan Manajer

Manajer perusahaan yaitu seorang yang mempunyai tanggung jawab yang besar untuk seluruh bab pada suatu perusahaan atau organisasi yang dipimpinnya dan harus mempunyai wawasan yang luas. 

Tingkatan Manajer:
  • Manejemen lini pertama (first line management).
Manajer lini pertama merupakan tinggatan paling rendah, sering dikenal dengan manajer operasional. Tugasnya ibarat memimpin dan mengawasi pegaawai non-manajerial yang derlibat dalam proses produksi. Biasanya mereka sering disebut supervisor, manajer area, manajer shift, manajer department, manajer kantor atau mandor.

  • Manajer tingkat menengah (middle management).
Manajer tingkat menengah ini berada diantara manajer lini pertama (first line management) dan manajer puncak (top management), tugasnya sebagai penghubung antar keduanya. Adapun jabatan yang termasuk kedalam manajer tingkat menengah ini diantaranya ibarat manajer proyek, manajer pabrik, manajer divisi atau kepala bagian.

  • Manajer puncak (top management).
Manajer puncak bertugas untuk merencanakan kegiatan maupun seni administrasi organisasi atau perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya organisasi ataupun perusahaan. Manajer puncak ini dikenal dengan instilah executive officer, pola dari manajer puncak ibarat Chief Executive Officer (CEO), Chief Financial Officer (CFO) dan Chief Information Officer (CIO).

Menurut Malayu S. Hasibuan  tugas-tugas manajer adalah:
Managerial cycle atau siklus pengambilan keputusan, membuat rencana, menyusun organisasi, pengarahan organisasi, pengendalian, penilaian dan pelaporan.
  • Memotivasi, artinya seorang manajer harus sanggup mendorong para bawahannyauntuk bekerja ulet dan membina para bawahan dengan baik dan harmonis.
  • Manajer harus berusaha memenuhi kebutuhan para bawahannya.
  • Manajer harus sanggup membuat kondisi yang akan membantu bawahannya mendapat kepuasan dalam pekerjaanya.
  • Manajer harus berusaha supaya para bawahannya bersedia memikul tanggung jawab.
  • Manajer harusmembina bawahannya supaya sanggup bekerja secara efektif dan efisien.
  • Manajer harus membenahi fungsi-fungsi mendasar administrasi secara baik.
  • Manajer harus mewakili dan membina relasi yang serasi dengan pihak luar.

Keterampilan manajer
Robert L. Katz pada tahun 1970-an mengemukakan bahwa setiap manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar. Ketiga keterampilan tersebut adalah:

  • Keterampilan konseptual (conceptional skill)
Manajer tingkat atas (top manager) harus mempunyai keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ilham serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu planning kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses pembagian terstruktur mengenai ilham menjadi suatu planning kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh alasannya yaitu itu, keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat planning kerja.

  • Keterampilan berafiliasi dengan orang lain (humanity skill)
Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berafiliasi dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan administrasi atas, menengah, maupun bawah.

  • Keterampilan teknis (technical skill)
Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, contohnya memakai kegiatan komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.


10 Keterampilan Manajer
  • Conceptual skill
Kognitif , wawasan yang dibangun menurut ilmu pengetahuan melalui proses pembelajaran ( intelegensia ) yang bisa mentransormasi ilham menjadi kenyataan. Merumuskan Platform baik Visi , Misi dan Programnya. Kemampuan merumuskan , menganalisis , mendiagnosis , memutuskan dan menentukan tindakan terbaik untuk kepentingan Perusahaan.
  • Human Skill
Kemampuan kemanusiaan , maknanya yaitu kemampuan yang dilahirkan dari sesuatu interaksi , baik individu maupun suatu kelompok yang dipimpin sehingga pemimpin tidak menganggap dirinya lahir sendiri tetapi ia muncul dari komunitas sosial yang pada gilirannya mempersatukan nilai – nilai yang ia miliki pada ranah sosial yang dimilikinya alasannya yaitu pemimpin berada ditengah – tengah komunitas sosialnya , yang selalu berkaitan , berinteraksi sehingga pemimpin harus bisa mengenal para anggotanya
  • Diagnostik skill
Kemampuan untuk mendiagnosa , melaksanakan pemeriksaan , identifikasi , dan memutuskan untuk di implementasikan sebagai upaya pemecahan persoalan yang di hadapi
  • Political skill
Kemampuan untuk menguatkan kekuasaannya.Kekuasaan ini dikuatkan untuk kepentingan organisasi , kekuasaan itu membangun dengan syarat tanggung jawab , wewenang , dan kepemimpinan oleh alasannya yaitu itu hakikat political skill yaitu mentransformasikan kepemiminan lewat pelaksanaan kemampuan dan tanggung jawab dari kewajiban seorang pemimpin.

  • Decision making skill
Keterampilan mengambil keputusan dengan tahapan :
Masalah > pemeriksaan > Identifikasi > Formulasi > Legitimasi

  • Technical skill
Keterampilan teknis lahir dari psikomotorik dan dorongan emosional , harapan untuk menjadi terampil & jago sehingga apa yang dipikirkan , tindakan membuahkan hasil karya , lahir dari training , kursus , kebiasaan & kebudayaan kerja.

  • Time administrasi skill
Mengatur waktu , menempatkan kegiatan dan tindakan sesuai waktu yang tepat.
Managerial skills (entrepreneurial)
yaitu kemampuan untuk mempergunakan kesempatan secara efektif serta kecakapan untuk memimpin usaha-usaha yang penting.

  • Techological skills
yaitu keahlian khusus yang bersifat hemat teknis yang diharapkan pada pelaksanaan pekerjaan ekonomis.

  • Organisational skills
yaitu kecerdasan untuk mengatur banyak sekali usaha.
Dalam kenyataannya tidak setiap pemimpin harus mempunyai seluruh kemampuan dengan tingkat intensitas yang sama


Keterampilan Dasar Menurut Ricky W. Griffin
  • Keterampilan administrasi waktu
Merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk memakai waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Griffin mengajukan pola masalah Lew Frankfort dari Coach. Pada tahun 2004, sebagai manajer, Frankfort digaji $2.000.000 per tahun. Jika diasumsikan bahwa ia bekerja selama 50 jam per ahad dengan waktu cuti 2 minggu, maka honor Frankfort setiap jamnya yaitu $800 per jam—sekitar $13 per menit. Dari sana sanggup kita lihat bahwa setiap menit yang terbuang akan sangat merugikan perusahaan. Kebanyakan manajer, tentu saja, mempunyai honor yang jauh lebih kecil dari Frankfort. Namun demikian, waktu yang mereka miliki tetap merupakan aset berharga, dan menyianyiakannya berarti membuang-buang uang dan mengurangi produktivitas perusahaan.

  • Keterampilan membuat keputusan
Merupakan kemampuan untuk mendefinisikan persoalan dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan yaitu yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top manager). Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan. Pertama, seorang manajer harus mendefinisikan persoalan dan mencari banyak sekali alternatif yang sanggup diambil untuk menyelesaikannya. Kedua, manajer harus mengevaluasi setiap alternatif yang ada dan menentukan sebuah alternatif yang dianggap paling baik. Dan terakhir, manajer harus mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya supaya tetap berada di jalur yang benar.

Sumber Referensi :
http://indonesiaindonesia.com/f/98357-pengertian-manajer/
https://www.infobisnis.web.id/search?q=perbedaan-manajer-dan-manajemen
https://www.infobisnis.web.id/search?q=perbedaan-manajer-dan-manajemen
 

Ketik dan Tekan Enter Untuk Mencari!